Home > Uncategorized > Fobia: Sang Rasa Takut Berlebih

Fobia: Sang Rasa Takut Berlebih

Semua orang di dunia ini pasti memiliki rasa takut. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki rasa takut akan suatu hal, orang yang paling berani sekalipun pasti memilikinya. Dalam bentuk apa saja, dimana saja, dan kapan saja. Rasa takut timbul karena adanya suatu pemikiran akan hal buruk yang terjadi terhadap diri mereka jika mereka sedang melakukan suatu hal.

Ilmiahnya, rasa takut adalah respon seseorang dalam menghadapi suatu hal dan melindungi diri kita dalam melakukan suatu tindakan secara rasional (Smith dan Segal: 2012). Contohnya: Seseorang berada di puncak sebuah pencakar langit dan kemudian merasa takut akan ketinggian. Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut memikirkan hal yang bisa saja terjadi terhadap mereka, dan memiliki pemikiran rasional sebelum mereka mulai dalam mengambil suatu tindakan.

Banyak orang yang menyamakan rasa takut dengan fobia. Mereka beranggapan bahwa fobia adalah rasa takut yang terlalu berlebihan. Sebetulnya, keduanya memiliki perbedaan yang cukup terlihat. Contoh: Fobia terhadap ketinggian. Beda dengan sebelumnya yang hanya sekedar takut namun masih berani untuk naik ke atas puncak gedung pencakar langit. Seseorang yang fobia terhadap ketinggian tidak akan mau sekalipun naik keatas tempat yang tinggi dengan alasan apapun.

Dari contoh tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa fobia dan rasa takut memiliki perbedaan pada hal yang ditakutinya. Jika rasa takut memiliki alasan yang mendasar untuk ditakuti dan tidak begitu spesifik, fobia lebih spesifik dan tidak memiliki alasan yang mendasar untuk ditakuti. Pengaruh yang didapatkan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan juga akan berbeda.

Secara etimologis, kata fobia yang dalam bahasa Inggris disebut phobia berasal dari bahasa Yunani phobos yang berarti rasa takut yang berlebihan. Samuel Wood dalam bukunya yang berjudul The World of Psychology (1999) mengatakan bahwa fobia merupakan suatu rasa takut yang sangat mengganggu terhadap suatu obyek, situasi, atau aktifitas yang dapat memaksa seseorang untuk menghindarinya.

Siapapun yang memiliki suatu fobia akan merasa takut terhadap suatu hal yang spesifik tanpa alasan yang jelas. Fobia juga merupakan rasa takut yang tidak disertai dengan alasan yang rasional tentang apa yang menyebabkan rasa takut tersebut muncul. Intinya, pengidap fobia akan terus merasa gelisah atau takut terhadap sesuatu yang ditakutinya, meskipun hal tersebut sama sekali tidak berbahaya untuknya.

Dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi keempat, menyatakan bahwa fobia adalah salah satu subtipe dari anxiety disorders. Fobia tidak hanya berkisar pada suatu hal yang menyeramkan. Terkadang ada beberapa orang yang ketakutan terhadap suatu hal yang hal tersebut dianggap wajar bagi sebagian besar orang. Dalam website phobialist.com, penulis menemukan berbagai macam jenis fobia yang terbilang cukup aneh. Diantaranya ada ablutophobia (takut mencuci sesuatu atau mandi), ambulophobia (takut berjalan), epistemophobia (takut terhadap ilmu pengetahuan), clinophobia (takut ke tempat tidur), dan masih banyak lagi. Dalam bukunya, Wood (1999) juga mengklasifikasi fobia dalam tiga subtipe, yaitu:

  • Specific Phobia: Rasa takut terhadap suatu hal yang spesifik dan akan menimbulkan efek kepanikan yang luar biasa. Rasa takut yang penulis katakan aneh sebelumnya masuk dalam kategori ini. Contoh lainnya seperti: Takut terhadap anjing, apapun itu mulai dari Doberman sampai Poodle sekalipun; Takut terhadap angka 13; dan lain semacamnya. Rasa takut yang masuk spesifikasi ini biasanya punya penamaan tersendiri. Seperti takut terhadap angka 13 dinamakan triskaidekaphobia; takut terhadap anjing dinamakan cynophobia; dan lain sebagainya.
  • Social Phobia: Rasa takut yang muncul jika seseorang berada di sebuah situasi sosial tertentu. Fobia semacam ini biasanya juga dibarengi dengan munculnya rasa tidak percaya diri orang tersebut. Social Phobia dibedakan lagi menjadi dua yaitu Generalized Social Phobia dan Specific Social Phobia.
  • Agoraphobia: Ketakutan yang muncul jika seseorang meninggalkan area yang mereka anggap familiar dan aman, dibarengi dengan kepanikan yang bisa muncul kapan saja. Karena ini merupakan rasa takut yang terlalu berlebihan, apakah fobia ini memiliki efek tersendiri dalam melakukan berbagai aktifitas? Ya, fobia memiliki pengaruh yang kuat dalam melakukan berbagai aktifitas yang berhubungan dengan hal yang ditakuti. Contohnya: saat seorang pekerja harus mengerjakan atap bangunan, namun ia fobia terhadap ketinggian. Otomatis ia tidak akan mau menaiki atap bangunan tersebut dan ia bisa mendapat kecaman buruk dari atasan yang mempekerjakannya.

Bisa dilihat bahwa fobia memiliki andil penting dalam keberhasilan orang-orang dalam beraktifitas. Fobia juga memberikan efek bagi kehidupan sosial. Biasanya fobia akan digunakan sebagai objek bagi mereka, teman-teman si pengidap fobia untuk menjahili si pengidap. Selain itu, social phobia tadi juga mempengaruhi aktifitas sosial di masyarakat. Social phobia tadi dapat membentuk karakter seseorang yang pendiam karena fobianya terhadap interaksi sosial.

Jadi, kesimpulan yang dapat ditarik adalah fobia merupakan suatu ketakutan yang bersifat spesifik. Ketakutan (fobia) tersebut tidak memiliki dasar yang kuat untuk menunjukkan bahwa seseorang takut terhadap sesuatu. Fobia juga sangat mempengaruhi aktifitas orang yang mengidapnya. Baik dalam aktifitas sehari-hari, maupun dalam interaksi sosial.

Daftar Pustaka

1994. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th ed. Washington D.C.: American Psychiatric Association.

http://phobialist.com. Diakses 8 Oktober 2012.

Smith, M; Segal, R; dan Segal J. 2012. Phobias and Fears. http://www.helpguide.org/mental/phobia_symptoms_types_treatment.htm. Diakses 8 Oktober 2012.

Wood, Samuel E. 1999. The World of Psychology, 3rd ed. Needham Heights: Viacom.

Categories: Uncategorized Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: