Home > Essay, Karya Ilmiah > Twitter dan Eksistensinya di Dunia Maya

Twitter dan Eksistensinya di Dunia Maya

Perkembangan teknologi sudah banyak membawa perkembangan dewasa ini. Teknologi memudahkan segala sesuatu di dunia ini untuk dilakukan. Dalam hal berkomunikasi, banyak teknologi yang sudah membantu memudahkannya. Telepon, SMS, dan internet merupakan beberapa contoh kecil dari teknologi komunikasi yang ada saat ini.

Siapa yang tidak mengenal internet? Sudah pasti tidak ada yang tidak tahu tentang teknologi ini. Orang awam yang tidak mengerti saja pasti sudah tahu namanya. Internet atau sering disebut dunia maya merupakan sebuah realita yang terhubung di seluruh dunia, dengan akses dari sebuah perangkat komputer, dan bersifat multidimensi artifisial (Severin  dan Tankard, 2005:445). Realita  di internet tidak bersifat nyata, itu sudah pasti. Namun keberadaannya sungguh membantu dalam proses komunikasi manusia di zaman ini.

Internet merupakan media komunikasi baru. Pada awal perkembangannya, internet adalah suatu jaringan bernama ARPANET, suatu sistem komunikasi yang terkait dalam bidang pertahanan-keamanan yang dikembangkan pada tahun 1960-an (Severin dan Tankard, 2005:443). Seiring perkembangan zaman, kini internet sudah dapat digunakan untuk seluruh masyarakat dunia. Didalamnya terdapat banyak fitur yang mampu digunakan setiap orang untuk berkomunikasi. Seperti chat rooms (ruang obrol dunia maya), komunitas maya, dan social networking service yang akhir-akhir ini paling sering digunakan oleh setiap orang  di Indonesia. Social networking service atau layanan jejaring sosial merupakan sebuah layanan online yang memfasilitasi setiap orang untuk mengembangkan hubungan sosial dengan siapapun yang memiliki kesamaan dalam hal yang mereka sukai, latar belakang, maupun mereka yang sudah pernah bertemu di dunia nyata (Wikipedia, 2012). Layanan jejaring sosial ini sungguh populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tak heran jika jejaring sosial seperti Facebook, Google+ (baca: Google Plus), dan Twitter sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.

Twitter adalah salah satu jejaring sosial yang cukup populer. Twitter adalah sebuah layanan jejaring sosial atau layanan microblogging yang berbasiskan pesan singkat berjumlah 140 karakter yang populer dengan sebutan tweets (Wikipedia, 2012). Ditemukan oleh Jack Dorsey lewat tweet pertamanya dan yang tertua di dunia pada tahun 2006 (Dorsey, 2006). Hingga kini penggunanya sudah mencapai 500 juta (Dugan, 2012), dan menjadi situs kedelapan yang paling banyak dikunjungi di seluruh dunia (Alexa, 2012). Saking populernya, presiden Amerika Serikat Barack Obama juga menggunakan Twitter. Beliau menggunakannya sebagai media penyampaian informasi kenegaraan lewat username @BarackObama dan @WhiteHouse seperti yang dilansir Daily News tanggal 29 Juli 2011. Hingga kin, username @BarackObama sudah di-follow oleh 20 juta pengguna lain di Twitter (Twitaholic, 2012)

Twitter menggunakan sistem follow dan following dalam soal pertemanan dengan username yang lain. Tidak seperti Facebook yang harus menunggu konfirmasi dari seseorang yang di-add. Pengguna Twitter yang ingin mengikuti (followers) suatu topik, mengikuti (mem-follow) orang-orang yang memiliki kesamaan seperti mereka tanpa diketahui oleh username yang diikuti. Gampangnya, kita bisa melihat apapun yang dibuat oleh pengguna yang kita follow tanpa diketahui secara langsung oleh mereka.

Di Indonesia sendiri, Twitter merupakan jejaring sosial andalan, terutama bagi para kawula muda. Twitter menjadi sebuah ajang untuk mengekspresikan apapun yang ada dalam pikiran mereka. Seperti yang dikatakan Severin dan Tankard dalam bukunya Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan Terapan dalam Media Massa menyebutkan:

Internet memberikan perangkat praktis untuk menjadi penerbit tingkat dunia yang dengan sendirinya merupakan sebuah perkembangan revolusioner. Ia juga memberikan kekuatan besar bagi anggota audien perorangan, yang dapat menemukan informasi-informasi yang sebelumnya tidak tersedia dan melakukan kontrol terhadap pesan-pesan yang akan terekspos padanya. (Severin dan Tankard, 2005:445)

Kutipan diatas mencerminkan apa yang sedang terjadi dengan jejaring sosial di Indonesia, khususnya Twitter. Twitter memberikan lahan kepada setiap orang untuk menulis dan membagikan ide-ide yang mereka miliki seolah-olah mereka sudah menjadi seorang penerbit dalam sebuah dunia yang kecil. Meskipun apa yang mereka bagikan bukan sesuatu yang dianggap penting bagi sebagian orang.

Pear Analytics, sebuah peneliti pasar yang berbasis di San Antonio meneliti 2000 tweets yang ada di Amerika Serikat dan Inggris selama dua pekan pada tahun 2009. Penelitian tersebut menunjukkan konten di Twitter yang dilontarkan orang-orang di negara tersebut 40% membuat tweet yang berisi obrolan kecil dengan diri sendiri atau obrolan dengan user yang lain. Sisanya memuat konten lain seperti Pass-Along Values, promosi diri, Spam, dan berita.

Hal tersebut juga mencerminkan apa yang sedang terjadi di Indonesia. Para pengguna Twitter yang dikuasai oleh kaum muda hanya membuat tweet yang tidak berguna seperti curahan hati mereka, kegiatan yang sedang mereka lakukan, bahkan kegiatan terkecil seperti makan dan buang air mereka bagikan dalam tweet mereka. Memang seperti apa yang dikatakan tadi, internet menjadi wadah bagi mereka (para kawula muda) untuk menunjukkan eksistensi mereka. Keinginan mereka untuk bisa eksis di jejaring sosial Twitter mungkin terlalu ekstrem hingga akhirnya mereka membuat apa yang tidak seharusnya mereka jadikan tweet. Meskipun ada yang merespon dengan tweet yang mereka buat. Baik itu yang merespon positif, maupun yang negatif (contoh: “Alay banget sih lo!”).

Twitter memang merupakan sebuah jejaring sosial. Tapi fungsinya berbeda dari jejaring sosial lain seperti Facebook. Twitter memiliki fungsi tersendiri. Apa yang ada dalam Twitter seperti hashtag (tanda “#”), RT atau re-tweet, dan lain sebagainya itu berfungsi untuk melakukan diskusi sebuah topik. Hashtag biasa digunakan untuk menunjukkan topik apa yang sedang dibicarakan. Kita dapat mengikuti topik yang kita sukai menggunakan hashtag ini (Strachan, 2009). Ya, Twitter merupakan media diskusi, bukan sekedar media sosial untuk membagikan sesuatu. Seharusnya Twitter digunakan sebagaimana mestinya. Bukan hanya sekedar membagikan informasi yang tidak dibutuhkan oleh orang lain.

 

Daftar Pustaka.

Alexa. 2012. Twitter.com. http://www.alexa.com/siteinfo/twitter.com. Diakses pada 16 Oktober 2012.

Dorsey, Jack. 2006. “Just setting up my twttr”. https://twitter.com/jack/status/20. Diakses pada 16 Oktober 2012.

Dugan, Lauren. 2012. Twitter To Surpass 500 Million Registered Users On Wednesday. http://www.mediabistro.com/alltwitter/500-million-registered-users_b18842. Diakses pada 16 Oktober 2012.

Mullany, Anjali. 2011. President Barack Obama takes debt battle to Twitter, loses more than 40,000 followers in one day. http://articles.nydailynews.com/2011-07-29/news/29848177_1_obama-s-twitter-barackobama-twitter-twitter-account. Diakses pada 16 Oktober 2012

Pear Analytics. 2009. Twitter Study – August 2009. http://www.pearanalytics.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/Twitter-Study-August-2009.pdf. Diunduh pada 16 Oktober 2012.

Severin, Werner J., dan James W. Tankard, Jr. 2005. Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana.

Strachan, Donald. 2009. Twitter: How to Set Up Your Account. http://www.telegraph.co.uk/travel/4698589/Twitter-how-to-set-up-your-account.html. Diakses pada 16 Oktober 2012.

Twitaholic. 2012. Stats & Rankings for Barack Obama. http://twitaholic.com/BarackObama/. Diakses pada 16 Oktober 2012.

Twitter. 2012. http://twitter.com. Diakses pada 16 Oktober 2012.

Wikipedia. 2012. Social Networking Service. http://en.wikipedia.org/wiki/Social_networking_service. Diakses pada 16 Oktober 2012.

Wikipedia. 2012. Twitter. http://en.wikipedia.org/wiki/Twitter. Diakses pada 16 Oktober 2012.

Categories: Essay, Karya Ilmiah Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: