Home > Resensi > The Final Prophecy: Ramalan Akhir Peradaban Manusia

The Final Prophecy: Ramalan Akhir Peradaban Manusia

Judul: 2012 – The Final Prophecy

Distributor: National Geographic

Tahun: 2010

Masihkah Anda ingat dengan ramalan suku Maya? Ingatkah Anda berita tentang kiamat yang akan terjadi akhir tahun ini? Ya, hal tersebut sempat menghebohkan beberapa tahun lalu. Isu mengenai berakhirnya dunia dan misteri kalender suku Maya yang berhenti pada tanggal 21 Desember 2012 sempat menjadi perbincangan panas di setiap pelosok di dunia. Topik ini sempat membahana di berbagai jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan lain sebagainya. Bahkan spekulasi tentang kehancuran dunia tersebut sempat diangkat dalam film berjudul 2012 pada tahun 2009.

Bermacam-macam reaksi timbul dari masyarakat. Ada yang percaya dan panik saat mendengar kiamat akan terjadi, ada pula yang tenang-tenang saja dan menganggap semua itu hanya isapan jempol belaka. Menurut mereka, kalender suku Maya hanyalah sebuah kalender. Belum tentu berakhirnya kalender tersebut menunjukkan kehancuran dunia akan terjadi. Memang, belum ada cukup bukti ilmiah untuk menguatkan teori kehancuran dunia suku Maya tersebut.

Tapi, mungkin saja teori kehancuran dunia yang dikeluarkan oleh suku Maya tersebut benar adanya. Sebuah film dokumenter berjudul 2012: The Final Prophecy berhasil membuktikan kebenaran teori tersebut. Memang, apa yang ditayangkan dalam film ini berbeda dengan situasi yang digambarkan dalam film 2012 besutan Roland Emmerich yang menggambarkan situasi bumi dalam keadaan porak-poranda akibat bencana beruntun. Film dari National Geographic ini mencoba untuk membuktikan secara ilmiah segala hal yang mungkin terjadi pada akhir tahun 2012 mendatang. Entah itu kejadian seperti bencana, atau kejadian langka yang muncul beberapa ribu tahun sekali.

Film ini menceritakan seorang ilmuwan geologi bernama Adam Maloof dari Princeton University Amerika Serikat yang berusaha mencari tahu kebenaran dari ramalan suku Maya yang menghebohkan tersebut. Maloof bersama rekan-rekan ilmuwan lainnya berekspedisi ke berbagai tempat di dunia seperti Australia, Jerman, dan pegunungan Andes. Mengumpulkan data-data serta bukti-bukti geografis yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Selain itu, Maloof dan rekannya juga pergi ke pegunungan di Yukatan, di puing-puing kota peninggalan suku Maya, demi menelusuri jejak-jejak peninggalan suku mutakhir tersebut untuk mengetahui sejarah peradaban mereka.

Ekspedisi ilmiah Maloof yang panjang tersebut membuahkan hasil yang mencengangkan. Dari data-data yang mereka kumpulkan dan teliti, Maloof dan rekannya menemukan sebuah fakta mengejutkan. Kutub bumi akan bergeser dalam waktu yang sangat cepat dan akan menyebabkan perubahan suhu ekstrim serta kejadian-kejadian tak terduga di berbagai belahan dunia. Yang lebih mengejutkan lagi, hal tersebut akan terjadi tidak lama lagi. Yaitu di akhir tahun 2012 ini. Hal ini diakui Maloof juga terjadi setiap beberapa ribu tahun sekali, sesuai dengan yang diramalkan oleh bangsa Maya.

Film ini cukup bagus. Semua diceritakan secara mendetail. Merekam segala peristiwa, membangun ulang segala peninggalan suku Maya, dan visualisasi terhadap apa yang akan terjadi di penghujung tahun 2012. National Geographic mengemas film ini dengan sangat baik. Penulis sendiri sempat dibuat terkagum-kagum dengan film ini. Film ini juga mampu mengubah pandangan penulis tentang ramalan kalender suku Maya. Yang tadinya sangat tidak mempercayai hal tersebut, kini penulis mulai berpikir apakah hal tersebut akan benar-benar terjadi. Meskipun special effect yang dihasilkan dalam film ini masih kurang jika dibandingkan dengan film 2012.

Narasumber-narasumber yang memberikan komentar juga bukan orang sembarangan. Mereka adalah para ahli sejarah dan geologi yang memang memiliki pandangan positif terhadap ramalan tersebut. Selain itu, bukti-bukti yang ditampilkan dalam film ini tidak main-main. Alhasil, ramalan yang dikeluarkan oleh suku Maya dapat dibuktikan secara ilmiah dalam film ini.

Film ini memiliki pengaruh kuat bagi pendapat seseorang, karena bukti-bukti yang ditayangkan dalam film ini merupakan bukti nyata dan teruji secara ilmiah. Siapapun yang tidak percaya, setelah menonton film ini mungkin pandangan mereka akan berubah 180 derajat. Namun sayang, masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengetahui tentang film ini. Ada sisi baik dan sisi buruk jika film ini sampai disebar di tangan masyarakat Indonesia. Sisi baiknya, masyarakat akan tahu pengetahuan tentang geologi dan apa yang akan terjadi kemudian hari. Sisi buruknya, akan banyak bermunculan spekulasi dan gosip-gosip seperti yang sempat terjadi beberapa tahun lalu.

Categories: Resensi Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: