Home > Serba-Serbi > Kubus Rubik: Seru Tapi Memusingkan

Kubus Rubik: Seru Tapi Memusingkan

Mainan, jenis benda yang satu ini memang mengasyikkan. Setiap orang yang memainkannya akan merasakan kesenangan tersendiri, terutama untuk anak-anak. Berbagai macam hal yang dilakukan oleh sebuah mainan dapat menciptakan suatu rasa senang bagi siapapun yang memainkannya. Meskipun mainan tersebut ada yang terkadang sangat rumit dan dapat memeras otak mereka, kerumitan itulah yang menjadi suatu keunikan yang dapat membangkitkan rasa penasaran dan menciptakan kesenangan bagi mereka yang memainkannya.

Ada bermacam jenis mainan. Mulai dari mainan biasa yang sekedar memberikan rasa senang, hingga puzzle rumit yang mengharuskan siapapun yang ingin memainkannya untuk memutar otaknya berkali-kali. Mulai dari pesawat kertas sederhana yang dapat terbang, hingga mainan rumit berbentuk kubus yang membuat sebagian orang sakit kepala jika memainkannya. Terkadang beberapa orang (yang kekanak-kanakan) lebih suka memainkan jenis mainan biasa yang (benar-benar) tidak sulit untuk dimainkan. Tapi, untuk yang menginginkan sedikit tantangan, beberapa orang lebih suka memainkan puzzle ketimbang jenis mainan biasa. Mainan jenis ini, menuntut kecerdasan pemainnya untuk dapat memecahkan tantangan yang diberikan oleh mainan puzzle tersebut. Hal tersebut tentu saja akan membawa kesenangan tersendiri bagi siapapun yang memainkannya, mereka akan tertantang untuk terus mencoba lagi jika mereka gagal.

Berbicara tentang puzzle, penulis tertarik pada salah satu jenis mainan rumit yang sempat meledak popularitasnya beberapa waktu yang lalu. Mungkin ada yang masih mengenal mainan berbentuk kubus berwarna yang satu ini. Ya, namanya adalah Rubik’s Cube (Kubus Rubik). Jika masih belum diacak, mainan yang berbentuk kubus berwarna ini hanya terlihat seperti kotak biasa yang tidak menyenangkan untuk dimainkan. Namun jika diacak, mainan yang memiliki sembilan petak di setiap sisinya ini merupakan puzzle yang cukup sulit untuk diselesaikan dalam waktu singkat bagi orang yang awam dalam memainkannya. Bahkan terkadang, mainan ini dapat menyebabkan sakit kepala jika orang tersebut tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan kubus berwarna-warni tersebut.

Mainan ini merupakan sebuah kubus berdimensi 3x3x3 petak yang memiliki warna berbeda di setiap sisinya (biasanya Merah, Jingga, Biru, Hijau, Kuning, dan Putih). Di setiap sisi terdiri dari sembilan petak yang jika belum teracak, warna kesembilan petak tersebut akan sama pada satu sisi namun berbeda di setiap sisinya. Mengacak warna di mainan ini sangat mudah, yang sulit adalah cara untuk mengembalikan warna setiap sisi agar kembali seperti semula. Cara memainkannya hanya dengan memutar setiap bagian dari kubus tersebut, baik secara vertikal maupun horizontal. Tujuannya adalah membuat masing-masing sisi sesuai dengan warna semula sebelum mainan tersebut diacak.

Para peneliti mengklaim dapat memecahkan Kubus Rubik hanya dengan 20 kali putaran, meskipun terdapat seratus juta lebih kemungkinan bentuk awal kubus rubiks pada saat diacak—Dari sekian 40 triliunan lebih kemungkinan—kubus ini mampu dipecahkan dalam waktu singkat. Para peneliti menggunakan komputer milik Google untuk memecahkan kubus tersebut. Angka 20 tersebut kini terkenal dengan istilah God’s Number (Angka Tuhan) karena sebanyak apapun kemungkinan bentuk awal dari Kubus Rubik, dapat dipecahkan dengan tidak lebih dari 20 putaran kubus.

Ide yang mendasari mainan ini ditemukan oleh seorang profesor arsitektur berkebangsaan Hungaria bernama Ernő Rubik pada tahun 1970-an. Sebetulnya, obyek ini pertama kali dibuat oleh Rubik sebagai alat pertunjukan kepada para mahasiswanya. Rubik menunjukkan obyek tersebut dapat diputar dari berbagai arah (kecuali diagonal) tanpa harus merusak struktur kubus tersebut. Ia belum menyadari bahwa ia baru saja menciptakan sebuah puzzle yang pada saat itu dia sendiri belum bisa memecahkannya. Akhirnya ia mematenkan mainan ciptaannya pada tahun 1975 dengan nama Magic Cube (Kubus Ajaib) yang baru kemudian diakui patennya di Hungaria pada tahun 1977. Kepopuleran mainan ini melejit pada awal tahun ’80-an pada saat mainan ini diberitakan di majalah Omni pada tahun 1980. Sebanyak 300 juta Kubus Rubik dijual pada saat itu.

Kepopuleran terhadap mainan ini membuat sebagian orang sepakat untuk membentuk organisasi bernama World Cube Association atau sering disingkat WCA. Organisasi ini sering mengadakan kompetisi menyelesaikan Kubus Rubik tercepat tingkat dunia yang sering disebut World’s SpeedCubing Competition. Tujuannya sebagai wadah kompetisi bagi siapapun yang ingin membuktikan dirinya sebagai yang tercepat dalam hal memutar-mutar kubus warna-warni tersebut. Rekor cube solving tercepat kini dipegang oleh Felix Zemdegs, seorang bocah berkebangsaan australia yang mampu menyelesaikan kubus tersebut hanya dalam waktu 5,66 detik.

Selain kubus berdimensi 3x3x3, terdapat pula dimensi dan bentuk lain dari mainan jenis ini. Sebut saja Pocket Cube yang lebih mudah, berdimensi 2x2x2; Rubik’s Revenge, 4x4x4; Professor’s Cube, 5x5x5 dan lain sebagainya. Mainan sejenis dengan bentuk lain pun juga ada, diantaranya Pyraminx/Pyramorphix yang berbentuk limas segitiga, Impossiball  yang berbentuk bola, Skewb Diamond yang berbentuk prisma lancip, dan bentuk-bentuk yang lainnya. Mainan-mainan tersebut masih kalah popularitasnya dengan Kubus Rubik yang hingga saat ini masih melekat di hati para pemainnya.

Categories: Serba-Serbi Tags:
  1. July 17, 2013 at 3:31 am

    It’s going to be end of mine day, however before ending I am reading this impressive piece of writing to improve my knowledge.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: