Home > Karya Ilmiah, Ringkasan > Iklan Parfum Axe, Provokator bagi Para Pria

Iklan Parfum Axe, Provokator bagi Para Pria

Televisi adalah suatu alat yang dapat memberikan hiburan bagi pemirsanya. Hiburan dapat diberikan melalui berbagai program acara yang disediakan berbagai saluran televisi di Indonesia. Acara televisi yang bervariatif secara signifikan memberi kesenangan tersendiri bagi pemirsanya. Tentu saja acara-acara tersebut diciptakan karena biasanya stasiun-stasiun televisi di Indonesia lebih banyak yang mengejar rating  dari tayangan tersebut. Semakin bagus rating suatu acara, maka acara tersebut akan mendatangkan banyak rezeki bagi stasiun televisinya. Mengapa? Karena para perusahaan akan mengiklankan produknya di stasiun televisi tersebut, dengan biaya yang semakin tinggi untuk durasi iklan yang lebih lama tentunya. Tentu saja iklan yang bagi beberapa orang dianggap mengganggu karena memotong durasi acara televisi tersebut, sangat diperlukan keberadaannya dalam sebuah stasiun televisi demi kelangsungan ”hidup” stasiun televisi tersebut.

Iklan adalah sebuah cara untuk memasarkan produk dan/atau jasa oleh sebuah perusahaan. Iklan dapat dipublikasikan dalam berbagai media yang berbeda, seperti media cetak, televisi, radio, hingga di dunia maya. Tujuan dibuatnya iklan adalah, agar menarik para konsumen untuk membeli atau menggunakan produk dan/atau jasa yang diiklankan oleh produsen. Harga mahal untuk sekali beriklan, terutama di televisi bukan merupakan hal yang menjadi masalah bagi sebuah perusahaan. Mereka menganggap harga mahal tersebut akan terbayar kembali dengan meningkatnya tingkat penjualan produk-produk yang mereka iklankan.

Berbicara mengenai iklan, penulis menemukan sebuah iklan yang menarik saat sedang menyaksikan televisi. Mungkin sebagian besar pemirsa sudah mengenal produk parfum pria Axe. Iklan Axe di televisi pun mungkin sudah melekat di hati para pemirsa (karena iklan tersebut yang paling sering diputar di televisi, berulang-ulang). Iklan parfum tersebut dengan lihainya menarik hati sebagian besar pemirsa televisi untuk membeli produk mereka (termasuk penulis). Kini Axe bersaing dengan nama produk deodoran lain seperti Rexona Men dan Old Spice dikarenakan popularitasnya di masyarakat. Bagaimana sebenarnya iklan parfum berbotol hitam tersebut dapat membuat pemirsa tertarik?

Iklan Axe yang saya lihat di televisi biasanya menggunakan “bahan dasar” yang sama untuk setiap produknya. Seorang pria tampan (terkadang dengan tingkat percaya diri yang seadanya), sebotol Axe berukuran sedang/besar, dan (para) wanita cantik. Alur cerita dan Axe Effect dari masing-masing produk Axe akan menyesuaikan sesuai produk yang diiklankan.  Seperti misalnya (maaf jika penulis menuliskan merek-merek produk dalam tulisan ini) dalam contoh iklan Axe Dark Temptation. Aroma parfum Axe Dark Temptation yang merupakan aroma cokelat krim, dalam iklan tersebut dapat mengubah pria tersebut menjadi manusia cokelat dan menarik para wanita di sekelilingnya. Yang baru-baru ini pula ditayangkan di televisi yaitu iklan produk Axe Provoke. Seorang pria yang menggunakan Axe Provoke kali ini bukan hanya menggoda wanita di sekelilingnya, namun juga bidadari sampai jatuh dari langit karena efek mencium aroma parfum tersebut. Dalam iklan-iklan tersebut selalu saja tercantum kata Axe Effect. Axe Effect itu sendiri diklaim oleh perusahaan Unilever sebagai efek khusus yang didapatkan oleh pria setelah menggunakan Axe.

Dari iklan diatas, dapat kita ketahui seperti yang dipaparkan dalam paragraf sebelumnya, iklan Axe selalu menggunakan “bahan dasar” yang sama dalam setiap iklannya. Yang berubah pada setiap iklan Axe hanyalah “resep” yang digunakan serta “bumbu pelengkap” yang ditambahkan. Iklan-iklan produk Axe tersebut selalu menceritakan seorang pria yang setelah menggunakan Axe akan lebih mudah didekati oleh (para) wanita di sekelilingnya, bahkan dalam iklan Axe Provoke, bidadari surga pun tertarik dengan aroma parfum yang bersifat memprovokasi (para) wanita tersebut. Yang jadi pusat perhatian penulis disini adalah (para) wanita dalam iklan-iklan tersebut.

Mengapa iklan Axe harus ada wanitanya? Iklan lain seperti Rexona Men mengapa tidak memiliki hal yang sama? Apakah ini yang merupakan gagasan utama iklan Axe yang diklaim dapat memperoleh Axe Effect tersebut? Jawabannya, ya. Seperti yang dipaparkan dalam paragraf sebelumnya, Axe Effect diklaim oleh perusahaan parfum tersebut yaitu Unilever sebagai efek spesial yang dapat diperoleh saat menggunakan Axe. Dan efeknya? Tidak lain dan tidak bukan adalah (para) wanita yang tersebut tadi.  Unilever mengklaim Axe Effect dapat mengundang perhatian para kaum hawa untuk mendekati “sang pengguna” dan memberikan rasa percaya diri yang lebih bagi pria saat menggunakan deodoran tersebut.  Hal ini merupakan pro kontra bagi para pengguna Axe. Ada yang memberi testimoni  bahwa mereka berhasil mendapatkan Axe Effect. Ada yang masih bingung dengan efeknya. Ada pula yang bahkan hingga menuntut perusahaan dari produk Axe tersebut seperti yang terjadi di New Delhi tahun lalu (2011) karena tidak mendapatkan Axe Effect seperti yang diiklankan.

Disamping itu semua, intinya perusahaan multinasional tersebut sudah menunjukkan kreatifitas dalam iklan yang dibuatnya, serta membawa trademark tersendiri bagi produk tersebut.  Unilever sudah berhasil menarik minat para pemirsa televisi untuk membeli dan mencoba produk-produk Axe dengan berbagai efek yang ditawarkannya.

#BridgingCourse02

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: