Home > Essay, Karya Ilmiah > Gadjah Mada, Panggilan Jiwaku

Gadjah Mada, Panggilan Jiwaku

Masa-masa SMA sudah berakhir. Para lulusan SMA sudah harus mulai memikirkan masa depan mereka. Mereka memiliki dua pilihan. Mereka bisa bekerja lebih dahulu, atau mereka bisa memasuki jenjang perguruan yang lebih tinggi untuk menyandang status mahasiswa. Pilihan yang mereka tentukan tersebut tentu memiliki perbedaan signifikan saat menjalani kehidupan mereka di masa yang akan datang. Bagi yang belum memiliki dana yang cukup atau mereka tidak memiliki minat untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi, mereka akan bekerja dengan penghasilan seadanya. Namun bagi mereka yang ingin menyandang status sebagai mahasiswa dan memiliki budget pendidikan yang cukup, tentu saja mereka tidak akan menyia-nyiakan  kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pendidikan tinggi di Indonesia dibagi menjadi 5 jenis. Mulai dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi tingkatannya, yaitu Akademi, Sekolah Tinggi, Politeknik, Institut, dan Universitas. Setiap jenis pendidikan tinggi akan memberikan strata yang berbeda bagi lulusannya. Universitas merupakan jenis perguruan yang memiliki strata tertinggi diantara kelima jenis perguruan tinggi tersebut. Universitas menawarkan program Strata-1 (Sarjana) bagi setiap lulusan SMA maupun Diploma. Para lulusan SMA lebih antusias untuk mendapatkan kesempatan belajar demi meraih gelar tersebut. DItambah dengan lapangan pekerjaan yang sekarang memerlukan tenaga kerja yang minimal harus lulusan S1. Tak heran mengapa jenis perguruan tinggi lain seperti Akademi maupun Sekolah Tinggi masih kalah pamornya dibandingkan dengan Universitas dimata para lulusan SMA.

Berbagai Universitas didirikan di seluruh pelosok Indonesia untuk menampung minat para lulusan SMA yang haus akan pendidikan Strata-1, baik itu negeri maupun swasta. Pada hakikatnya, swasta dan negeri sebetulnya tidak jauh berbeda karena baik swasta maupun negeri menawarkan berbagai prodi yang sama. Namun, lulusan Sarjana dari Universitas negeri lebih dipertimbangkan di dunia kerja. Kualitas lulusan Universitas negeri  dianggap lebih berkualitas dibandingkan swasta, terutama Universitas negeri terkemuka. Seperti: Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Gadjah Mada.

Universitas Gadjah Mada adalah sebuah dambaan bagi setiap intelektual muda di Indonesia. Banyak orang yang ingin menjadi salah satu mahasiswa dari Universitas nomor satu Indonesia tersebut. Bukan hanya lulusan SMA, mahasiswa perguruan tinggi lain pun ada yang meninggalkan almamater lama demi mendapatkan kesempatan emas di Universitas Pancasila ini. Saya merupakan salah satu dari kurang lebih 9500 orang yang (secara kebetulan) terpilih diantara kurang lebih 13000 calon mahasiswa lain yang mengikuti SNMPTN beberapa bulan lalu. Mungkin ada yang kagum, biasa-biasa saja, mungkin juga ada yang merasa iri dengan saya yang mendapatkan kesempatan tersebut. Universitas Gadjah Mada memang merupakan tujuan utama saya, tentu saja saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Di Universitas ini saya mengikuti program studi Ilmu Komunikasi. Sebagai intelektual  muda yang memiliki keinginan yang sangat besar dalam bidang jurnalistik, saya harus terus bersemangat dalam menjalani hari-hari saya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM. Terlebih lagi Ilmu Komunikasi merupakan dasar dari jurnalistik. Tidak sedikit orang yang ingin masuk di Universitas ini. Tidak banyak pula orang yang mendapatkan kesempatan tersebut. Saya sebagai salah seorang yang terpilih harus serius dalam menjalani tanggung jawab besar sebagai mahasiswa Universitas terbaik di negeri ini.

Mengapa Komunikasi UGM? Padahal banyak Universitas lain yang juga memiliki program studi Ilmu Komunikasi? Banyak hal yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Paragraf ini akan menjelaskannya satu per-satu. Yang pertama, UGM merupakan Universitas terbaik se-Indonesia. Menurut survey yang dijelaskan oleh webometrics.com, Universitas Gadjah Mada menempati peringkat pertama Universitas terbaik se-Indonesia dan masuk 10 besar Universitas terbaik se-Asia Tenggara. Yang kedua, Yogyakarta merupakan kota pelajar. UGM yang berlokasi di daerah pusat kebudayaan Yogyakarta dan suasananya sangat cocok untuk kaum intelektual seperti saya. Yang ketiga, saya berpendapat bahwa Ilmu Komunikasi UGM dapat mendukung masa depan saya sebagai jurnalis. Ilmu Komunikasi UGM memiliki dua konsentrasi jurusan, yaitu konsentrasi Media dan Jurnalisme serta konsentrasi Strategis. Saya ingin melanjutkan ke konsentrasi Media dan Jurnalisme karena saya sangat ingin mengembangkan jiwa saya menjadi jurnalis. Ilmu Komunikasi UGM sudah mendapatkan akreditasi tingkat Internasional. Hal tersebut tidak bisa dianggap main-main. Lulusan Ilmu Komunikasi UGM sudah banyak yang sukses. Saya juga harus bisa seperti mereka, kakak angkatan yang telah lulus dan sukses. Universitas ini sudah seperti panggilan bagi jiwa saya sebagai jurnalis. Oleh karena itu, saya harus tetap mengemban tanggung jawab saya sebagai mahasiswa Universitas Pancasila ini.

#BridgingCourse01

Categories: Essay, Karya Ilmiah Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: